KEUTAMAAN PUASA MUHARRAM!

Apakabar Sahabat Sukses Dengan Amal Agama Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. Al-Taubah: 36)

Mengerjakan perbuatan zalim/maksiat pada bulan Muharram dosanya lebih besar daripada dikerjakan pada bulan-bulan selainnya. Sebaliknya, amal kebaikan yang dikerjakan di dalamnya juga dilebihkan pahalanya. Salah satu amal shalih yang dianjurkan oleh Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam untuk dikerjakan pada bulan ini ibadah shiyam. Beliau menganjurkan untuk memperbanyak puasa di dalamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ 

 “Seutama-utama puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) bulan Allah, Muharram, dan seutama-utama shalat setelah (shalat) fardhu adalah shalat Lail.” [Diriwayatkan oleh Muslim]

 Puasa hari 'Asyura

Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhu pernah menceritakan tentang puasa Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam,

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ
 “Aku tidak penah melihat Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 Dari Abu Qatadah radhiyallâhu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa hari ‘Âsyûrâ. Beliau menjawab,

 يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ 

 “(Puasa tersebut)menghapuskan (dosa) tahun yang telah berlalu.” [Diriwayatkan oleh Muslim]   * 

Puasa Tasu'a 

Disunnahkan untuk menambah puasa Asyura dengan puasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal Sembilan Muharram yang dikenal dengan hari Tasu’a. Tujuannya, untuk menyelisihi kebiasaan puasanya ahlul Kitab.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, beliau berkata, “Ketika Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallamberpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa padanya, mereka menyampaikan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.’ Lalu beliauShallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun NabiShallallaahu 'Alaihi Wasallam sudah wafat.” (HR. Muslim, no. 1916)

Imam al-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya berkata, “Disunnahkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh secara  keseluruhan, karena NabiShallallaahu 'Alaihi Wasallam telah berpuasa pada hari ke sepuluh dan berniat puasa pada hari kesembilan.”
Dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhuma – beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 

  لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابلٍ لأَصُومَنَّ التَّاسِعَ 

“Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan (dari bln muharram)” (HR. Muslim) 

 Tahun ini puasa Tasu'a insya Allah akan jatuh pada hari Rabu, 9 Muharram/13 November 2013. Dan puasa 'Asyura insya Allah akan jatuh pada hari Kamis, 10 Muharram/14 November 2013. Wallahu a'lam bish shaawab

6 Responses to "KEUTAMAAN PUASA MUHARRAM!"

Imam Boll said...
This comment has been removed by the author.
Imam Boll said...
This comment has been removed by the author.
Imam Boll said...

terima kasih informasinya mas, sangat bermanfaat

imamboll

catatan-r10.com said...

Muharam bulan terbaik setelah Ramadhan, cmiiw :)

MUSLIM konsel said...

Salam sukses selalu

Nedi Arwandi said...

salam dan sukses dalam aktifitas dakwahnya

langganan

Untuk berlangganan artikel, masukan email anda: amal agama