Benang Kusut Kehidupan

Rumit, jelimet, susah, sukar, sulit,
ribet, dan kata-kata sempit
serta terpojok lainnya,
mencerminkan kondisi yang bisa
dihadapi setiap orang. Kehidupan
memang penuh dinamika, setiap orang bisa terjerumus dan
terjepit dalam situasi dan kondisi
yang menyesakkan. Ya,
kesempitan hidup siap
menghampiri siapapun, begitu
pula kelapangan hidup. Keduanya bagaikan koin dengan dua sisi,
peluangnya 50 : 50. Bersiaplah terjebak dalam
kesukaran yang luar biasa, yang
datang tanpa diduga
sebelumnya. Tiba-tiba saja, dunia
seakan berubah, dari lapang
menjadi sempit, dari terang menjadi gelap, dari ramai menjadi
sepi, perubahan drastis, seratus
delapan puluh derajat. Itulah
perjalanan hidup, itulah bagian
dari episode yang harus dilalui. Kehidupan tidak selalu indah dan
bahagia. Ada kalanya benang
kusut datang menghampiri,
begitu sulit diurai dan dicari
ujung pangkalnya. Bahkan yang
mana ujung dan yang mana pangkal, sudah tidak jelas. Nasib
kelabu siap menyelimuti siapa
saja, tanpa pandang bulu. Nasib
kelabu bisa jadi karena ulah diri
sendiri, karena tidak ada tujuan
pencapaian hidup, karena tidak menggunakan pedoman hidup,
karena tidak berkonsentrasi
dalam perjuangan hidup, karena
menganggap arena kehidupan
bagaikan air mengalir. Ya,
kehidupan begitu dinamis, penuh misteri dan rahasia. Sedetik
kemudian apa yang akan terjadi,
tidak ada seorang pun yang
mengetahui secara pasti.
Termasuk ketika terjerat
benang kusut. Lantas, bagaimana cara
mengurai benang kusut
tersebut ? Memang tidak mudah,
pertama tergantung pada
kesiapan pribadi yang
bersangkutan, dan kedua tergantung pada jenis benang
kusut. Setiap orang memiliki
tingkat kemampuan tertentu
dalam mengurai benang kusut.
Masa perjalanan hidup seseorang
diwarnai dengan tempaan demi tempaan dalam menyelesaikan
persoalan hidup. Namun terntu
saja dengan kualitas dan
kuantitas yang berbeda. Ada
yang kerap didera cobaan hidup,
sehingga menumbuhkannya jadi pribadi yang kuat. Ada yang
kerap didera cobaan hidup,
namun menjadikannya jatuh
terkulai, bahkan tak berkutik.
Banyak juga yang jarang didera
cobaan hidup sehingga miskin pengalaman dalam menyelesaikan
cobaan hidup atau benang kusut. Jam terbang jelas sangat
berpengaruh dalam kematangan
pribadi seseorang dalam
menuntaskan benang kusut
kehidupan. Upaya mengurai
benang kusut, jelas harus diawali dengan pikiran dan hati yang
jernih. Langkah selanjutnya ialah
melihat persoalan hidup secara
obyektif dan adil. Berikutnya,
mengedepankan paradigma
bahwa di balik setiap kesulitan “pasti” ada kemudahan. Namun untuk meraih kemudahan dari
kesulitan itu, tentu harus
dengan upaya yang sungguh-
sungguh dalam mendekatkan diri
kepada Sang Maha Pencipta dan
Pengelola Kehidupan, Allah SWT. Ya, bagaimanapun, tidak ada dan
upaya, kecuali atas
pertolonganNya. Manusia
berupaya, Tuhan yang
menentukan. Apapun ragam
benang kusut yang menimpa, hakikatnya adalah bentuk
cobaan untuk menguji sampai
sebatas mana kedekatan
denganNya.

0 Response to "Benang Kusut Kehidupan"

langganan

Untuk berlangganan artikel, masukan email anda: amal agama