Nikmatnya Iman!

Sampai Saat ini dan Selamanya Kebanyakan Orang Jika Seseorang
menanyakan
Kapankah engkau Merasa Nikmatnya Makan, Maka ia menjawab ketika kami
Sedang Terasa sangat lapar,Karena se Lezat, senikmat, semahal Apapun
santapan ketika perut Kenyang Maka tak akan Melirik
Kapankah engkau Merasa Nikmatnya Minum, maka mereka akan menjawab
Ketika Kami Sedang Dahaga/ kehausan Kapankah engkau Merasa Nikmatnya
Tidur, mereka akan menjawab Ketika kami dalam merasa sangat mengantuk
Kapankah engkau kan merasakan Persahabatan ," ketika Kami akan
Berpisah dalam Keharuan yang sangat
Kapankah engkau kan merasakan Kenikmatan Hidup, " Ketika kami dalam
Kekurangan, kecukupan, ketiadaan kami akan meresapi di setiap
penghasilan, pemberian,
Justru bukan dalam kemewahan manusia tak akan bisa menikmati sebuah
keberadaan.. Kapankah Engkau Merasakan Nikmatnya Iman ' mereka yang
benar-benar taat menjawab" Ketika kami dalam serba kekurangan, kesusah
payahan dan ketika itu Nushrotullah, bantuan Allah Cash, datang
Seketika
dan Sejarah telah menulisnya bahwa Kejayaan Islam di kala Ummat ini
dalam Kesusahan, kekurangan, penderitaan, saat itu Islam Jaya dan Kaum
Kafir tunduk dengan ummat islam Abu bakar r.a seorang khalifah hanya
memiliki 2 lembar pakaian, satu di pakai satu di cuci, terkadang Abu
bakar sembari menunggu pakaian kering di panas terik bertelanjang dada
setelah kering ia menuju untuk khutbah, padahal sebelumnya ia memiliki
8 toko dengan investasi di perkirakan 8 Milyar, hartanya di
Sedekahkan, Ketika dalam suatu peperangan di tanya wahai Abu bakar,
Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?' maka Jawab Abu Bakar"
Kutinggalkan hanya Allah dan RasulNya, Harta habis untuk Perjuangan
Agama,, Subhanallah.. Umar bin khatab sebagai seorang Presiden,
Khalifah pada saat itu memiliki pakaian dengan 13 tambalan dan 1
diantara tambalan di timpa dari kulit, dengan itu kerajaan Rum telah
tunduk tanpa Syarat, Di kisahkan Raja bermimpi dan di takwilkan bahwa
Kerajaan Raksasa Rum akan tunduk dengan seorang yang memiliki baju
dengan ciri- ciri 13 tambalan, maka di utuslah mata- mata , ketika itu
Umar beserta para sahabat sedang dalam perjalanan Dakwahnya , ketika
istirahat maka mata- mata mendekati rombongan itu dan ia melihat
seseorang dengan pakaian yang bertambal dan menghitungnya, ia melihat
ada seseorang dengan pakaian tambalan dan ternyata hanya 12 yang
terlihat maka di cermati setalah bangun Umar ra mengangkat tangan
untuk mengusap dan terlihat 1 tambalan dan pas lah , mata-mata itu
segera berlari menuju sang Raja bahwa serombongan Orang sedang menuju
ke Kerajaan Rum, Maka Raja tanpa Berpikir dari pada mati Konyol, maka
Ia membayar Upeti kepada Umar Sepeninggal Rasul saw, ketika Umar
Menjadi Khalifah maka seseorang menyarankan untuk mengganti Baju
Kekhalifahan/ kepresidenan , maka dengan lantang ia menjawab, apakah
Umar telah bangga dengan jabatannya sementara nabi saw telah bersusah
payah
dalam agama ini, maka ia tak mau mengganti pakaian dkesederhaan dengan
13 tambalan tersebut. Begitu Pula dengan Sahabat utsman, Ali dan
Rasulullah saw hidup dalam Kesederhanaan di kala musuh -musuh Allah
duduk di atas Singasana Kerajaan Emas dan Istana Megah inilah patut di
contoh bahwa Islam jaya Justru ketika Tidak Memiliki Harta benda,
kekuasaan, ekonomi, partai yang Kuat persenjataan yang serba canggih
tapi Dalam Diri hati orang yang benar taat Allah ada Maiyatullah,
Kebersamaan Allah, Allah Akan tunjukan Nizamul ghoib & Nusrotullah
bantuan Allah di Setiap waktu tanpa Kita meminta
Dahulu Sahabat mengusahakan iman dengan Penderitaan di bawah penderitaan
Tapi Saat ini kita Mau bila melaksanakan dengan Senang di atas Kesenangan
berhari-hari di boikot kaum kafir, kelaparan, sampai-sampai kotoran
mereka seperti kotoran binatang, ibu-ibu mereka sampai tidak
mengeluarkan ASI untuk anaknya, anak merka menagis di malam hari
karena kelaparan, ibu mereka, Ummahatul mukminin, memasak batu dengan
air, buka makanan supaya anak mereka mengira bahwa ibunya sedang
memasak,
ya... dengan Cara itu Islam Berkembang ke Seluruh Alam setelah Hampir
1430 tahun yang lalu, dengan Susah payah Saat Ini Intelektual Islam,
kaum Reformis, Merasa Agamanya Paling benar,
maju , dengan Kemajuan teknologi telah mengatkan itu masih relevan di
zaman onta saja, saat ini kita mesti ketinggalan Jauh..... tapi bukti
di depan mata,,, Islam sampai saat ini tiada seorang Khalifah,
Pemimpin sebijak, se Adil, Se Amanah Sahabat Mesti di sadari bahwa
bila kita terus menerus, istiqomah dalam usaha Agama maka Meskipun
Saat ini dalam Kerusakan Agama, Moral, bila usaha Agama di Jalankan
akan terlahir di Antara Rahim- rahim Orang Kafir sekalipun menjadi
orang Alim, hafidz, Mujahid tetapi bila Usaha atas iman, di tinggalkan
& di remehkan seperti Bani israil, meskipun mereka keturunan Nabi-nabi
akan terlahir Pembangkang-Perusak Agama Allah..
Hanya dengan Kehendak Allah, tingkatkan pengorbanan

3 Responses to "Nikmatnya Iman!"

interior consultant said...

bagus tulisannya...

Wong konsel said...

Makasih gan,berantakan postingnya

peninggi badan said...

mantep syeh,,antum maqominya dimana?

Chat

langganan

Untuk berlangganan artikel, masukan email anda: amal agama