WAJIBNYA JILBAB

Perintah memakai jilbab bagi
wanita muslimah telah Allah
firmankan dalam kitab-Nya yang
mulia Al-Quran dan hadits rasul-Nya.Kedudukan
mengenakan jilbab (busana
wanita muslimah) dihukumi wajib
sama kedudukannya dengan
shalat , puasa, zakat, haji(bagi
yang mampu).Dan, jilbab ini bila ditinggalkan (diacuhkan) oleh
seorang wanita yang mengaku
dirinya memeluk agama islam
maka bisa mengakibatkan
pelakunya terseret dalam salah
satu dosa besar karena kedudukannya yang wajib maka
bila ditinggalkan akan
mendapatkan adzab, laknat dan
murka Allah.Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits
"Ada dua golongan penduduk neraka dari ummatku, tetapi
aku belum pernah melihat
keduanya: Wanita-wanita yang
berpakaian tetapi telanjang,
yang berlenggak-lenggok dan
memiringkan kepala mereka seperti punuk unta. Mereka
tidak akan masuk surga dan
tidak akan mencium baunya. Dan
dimana sekelompok laki-laki
bersama mereka yang membawa
cemeti seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukuli
atau menyambuki hamba-hamba
Allah tersebut"
(Muslim)

Pada akhir ummatku nanti akan muncul kaum laki-laki yang
menaiki pelana seperti layaknya
kaum laki-laki, mereka turun
kemasjid-masjid, wanita-wanita
mereka berpakaian tetapi
laksana telanjang, diatas kepala mereka (ada sesuatu) seperti
punuk unta yang lemah gemulai.
Laknatlah mereka, karena
sesungguhnya mereka adalah
wanita-wanita yang terlaknat (Ahmad)


Maka sepatutnya bagi seorang
wanita muslimah setelah
mendapati dalil tentang wajibnya
mengenakan jilbab mematuhinya
dan segera melaksanakan
perintah Allah dan Rasul-Nya untuk menghindarkan dirinya
dari murka Allah dan tentu saja
siksa-Nya yang sangat pedih
.
Seorang wanita muslimah yang
meyakini Allah sebagai Rabb-Nya
dan Muhammad sebagai Rasul-Nya maka konsekuensinya
adalah dia harus mematuhi apa
yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.Dan tidaklah patut
bagi kita sebagai hamba-Nya
memilih alternatif/alasan lain
untuk berpaling dari perintah-
Nya sebagaimana firman-Nya: dan tidaklah patut bagi laki- laki yang mukmin dan tidak pula
bagi wanita yang mukmin apabila
Allah dan Rasul-Nya telah
menetapkan suatu ketetapan
(urusan) akan ada bagi mereka
pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan, barangsiapa yang
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya
maka sungguh dia telah sesat,
sesat yang nyata�(Al-Ahzab:36) Apabila seorang hamba telah

sesat maka yang menjadi teman

setia baginya adalah setan.
Karena didunia ini hanya ada

dua pilihan menjadi hamba Allah
(taat pada perintah dan menjauhi laranganNya serta
mengikuti sunnah NabiNya) atau
hamba setan yaitu mengikuti
hawa nafsunya dan mematuhi
seruan setan dengan

meninggalkan seruan Allah dan rasul-Nya. Apabila hawa
nafsunya telah ditaati dan
di ikuti maka setanlah yang akan
menjadi sahabat setianya
sehingga jauhlah dia dari
hidayah-Nya dan petunjuk-Nya. Sebagaimana firman-Nya: Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Rabb Yang
Maha Pemurah (Al-Qur�an) kami adakan baginya setan yang
(menyesatkan) maka setan
itulah yang menjadi teman yang
selalu menyertainya.Dan
sesungguhnya setan-setan itu
benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar
dan mereka menyangka bahwa
mereka mendapat petunjuk (Az-Zukhruf :36-37)

firman Allah swt dalam surat An-Nuur ayat 31: katakanlah kepada wanita yang beriman:Hendaklah mereka
menahan pandangan mereka,
dan memelihara kemaluan
mereka dan janganlah mereka
menampakkan perhiasan mereka
kecuali yang biasa nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung
kedada mereka dan janganlah
menampakkan perhiasan
mereka, kecuali kepada suami
mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
putera-putera mereka, atau
putera-putera suami mereka,
atau saudara-saudara mereka,
atau putera-putera saudara
laki-laki mereka, atau putera- putera saudara perempuan
mereka atau wanita-wanita
islam atau budak-budak yang
mereka miliki atau pelayan-
pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang
belum mengerti tentang aurat
wanita. Dan, janganlah mereka
memukulkan kaki mereka agar
diketahui perhiasan yang
mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah,hai
orang-orang yang beriman
supaya kamu beruntung

Sebab turunnya ayat ini adalah
sebagaimana yang diceritakan
oleh Muqatil bin Hayan (dalam
Tafsir Ibnu Katsir) dia berkata: Telah sampai berita kepada kami dan Allah Maha Tahu
bahwa Jabir bin Abdullah Al-
Anshari telah menceritakan
bahwa Asma binti Murtsid
tengah berada ditempatnya di
Bani Haritsah. Tiba-tiba banyak wanita menemuinya tanpa
menutup aurat dengan rapi
sehingga tampaklah gelang-
gelang kaki mereka,dada,dan
kepang rambutnya. Asma
bergumam:Alangkah buruknya hal ini. Maka Allah Ta'ala menurunkan ayat ini.
Diriwayatkan bahwa Aisyah r.anha pernah
berkata: Semoga Allah merahmati wanita Muhajirin yang pertama
yang tatkala Allah Ta'ala menurunkan ayat:Dan hendaklah mereka menutupkan
kain kerudung kedada
mereka..mereka lantas merobek kain tak berjahit
(muruth) yang mereka kenakan
itu,lalu mereka berkerudung
dengannya (dalam riwayat lain
disebutkan: Lalu merekapun
merobek sarung-sarung mereka dari pinggir kemudian mereka
berkerudung dengannya (HR Bukhari (II:182
dan VIII:397) dan Abu Dawud dan
Al-Hakim (IV/194) Sedangkan riwayat dari Ibnu Abi
Hatim lebih sempurna dengan
sanadnya dari Shafiyah binti
Syaibah yang mengatakan: Tatkala kami berada disamping Aisyah yang menyebutkan
keutamaan wanita suku Quraisy,
lalu Aisyah berkata:
Sesungguhnya kaum wanita
suku Quraisy itu memiliki satu
keutamaan. Dan aku demi Allah tiada melihat yang lebih utama
dari pada wanita-wanita Anshar
dan yang lebih membenarkan
terhadap Kitabullah maupun
keimanan terhadap Al-Qur'an. Tatkala diturunkan surat An-
Nuur ayat 31, maka para lelaki
mereka (kaum Anshar) langsung
kembali pulang menuju mereka
untuk membacakan apa yang
baru saja diturunkan oleh Allah atas mereka, seorang laki-laki
membacakan ayat tersebut
kepada istrinya, putrinya,
saudarinya serta kerabatnya.
Tak seorang wanitapun dari
mereka melainkan lantas bangkit untuk mengambil kain yang
biasa dikenakan lalu digunakan
untuk menutupi kepala
(menjadikannya kerudung) dalam
rangka membenarkan dan
mengimani apa yang telah diturunkan Allah dari Kitab-Nya.
Lalu pada pagi harinya
dibelakang Rasulullah
(menunaikan shalat shubuh)
mereka mengenakan tutup
kepala (kerudung) seakan-akan diatas kepala mereka itu
terdapat burung gagak� Ibnu Katsir menuturkan juga
riwayat ini, demikian pula Al-
Hafizh dalam Fathul Bari
(VIII/490), Imam Thabrani dalam
Mu'jam Al-Kabir I/245-2 dan Ibnu Asakir dalam Tarikh
Damsyiq (IV:46-1/243-1) Hadits
ini diriwayatkan Bukhari dalam
Tarikhnya secara ringkas dan
juga oleh Abu Zur'ah ia mengatakan hadits ini shahih..

0 Response to "WAJIBNYA JILBAB"

langganan

Untuk berlangganan artikel, masukan email anda: amal agama